Tampilkan postingan dengan label PRD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PRD. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Februari 2014

Tugas Ketiga PRD : Decision Matrix of Robot

PRD-KELOMPOK 3
  1. 16513038 Randi Chilyon Alfianto
  2. 16513084 Nurul Fadilah
  3. 16513134 Lenny Putri Yulianti
  4. 16513138 Eveline Purnomo
  5. 16513140 Muhammad Ghifari
  6. 16513188 Alyssa Diva Mustika
  7. 16513218 Taufiq Abdullah Salim
  8. 16513254 Riyani Prima Dewi
  9. 16513       Nanur
  10. 16513308 Bimo Aryo Tyasono
  11. 16513       Fifty Mediasarsi

Criteria:
1.       Minimize the information
2.       Maintain the independence
3.       Ease of manufacture
4.       Robustness
5.       Adjustability
6.       Cost
Organization of the Decision Matrix :
No
Evaluation Criteria
Wt
Concept A
Concept B
Concept C
Val 1
Wt x Val 1
Val 2
Wt x Val 2
Val 3
Wt x Val 3
1.       
Minimize the information
0.1
5
0.5
6
0.6
5
0.5
2.       
Maintain the indepence
0.1
2
0.2
9
0.9
6
0.6
3.       
Ease of manufacture
0.4
3
1.2
4
1.6
8
3.2
4.       
Robustness
0.2
6
1.2
2
0.4
4
0.8
5.       
Adjustability
0.15
5
0.75
3
0.45
6
0.9
6.       
Cost
0.05
3
0.15
5
0.25
7
0.35
Total
1

4

4.2

6.35

Note :
1.       Concept  A: Robot Evakuasi
2.       Concept  B: Robot Penahan Sampah
3.       Concept C : Robot Hiburan
Jadi konsep robot yang dipilih adalah konsep C yaitu konsep Robot Hiburan. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai alasan kelompok 3 untuk memilih konsep C.
1.       Robot Hiburan dinilai lebih simpel dan feasible untuk dibuat.
2.       Robot Hiburan dapat digunakan pada kondisi bencana alam manapun karena fungsi dari Robot Hiburan adalah untuk menghilangkan trauma dari korban dan untuk hiburan di pengungsian.
3.       Dari segi harga, Robot Hiburan bersifat fleksibel, dapat dibuat dengan biaya yang sangat murah dan bisa juga menjadi agak mahal bila fitur yang diberikan lebih banyak
4.       Robot Hiburan memiliki dampak positif di bidang psikologis para korban bencana alam, khususnya anak-anak. Dampak di bidang jasmani dan material dapat diselesaikan dengan ‘mudah’, tetapi dampak di bidang rohani harus mendapat penanganan yang lebih agar tidak menimbulkan trauma untuk ke depannya

Oleh karena itu, Robot Hiburan dipilih agar dapat menjadi inovasi baru yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat korban bencana alam, khususnya anak-anak yang merupakan generasi muda bangsa. 

Rabu, 12 Februari 2014

Tugas 2 PRD : Tiga Desain Robot Bencana

Kelompok 3
1. 16513038 Randi Chilyon Alfianto
2. 16513084 Nurul Fadilah
3. 16513134 Lenny Putri Yulianti
4. 16513140 Muhammad Ghifari
5. 16513138 Eveline Purnomo
6. 16513188 Alyssa Diva Mustika
7. 16513218 Taufiq Abdullah Salim
8. 16513254 Riyani Prima Dewi
9. 16513        Nanur
10. 16513308 Bimo Aryo Tyasono 
11. Fifty Mediasarsi

 I. Robot Pencari Korban dengan sistem GPS

Robot ini kami sebut dengan TAOST Robot, yang merupakan kepanjangan dari The Assistant of SAR Team.  Adapun robot ini didesain dengan tujuan agar mampu membantu para tim penyelamat dalam pencarian korban bencana alam:

  • Dapat mendeteksi keberadaan korban di sekitarnya .
  • Memiliki komponen yang dapat memberikan data kepada tim penyelamat.
  • Mampu membawa peralatan P3K. Dengan tujuan agar korban bencana bisa mendapatkan pertolongan pertama & mampu  bertahan hidup sebelum akhirnya dievakuasi.                                      
Beberapa penjelasan spesifikasi:
a. Pengontrolan dengan operator jarak jauh / remote control.
b. Sistem GPS.
    Memberikan data posisi bagi tim penyelamat untuk menjangkau daerah bencana.
c. Bergerak dengan sistem penggerak tank (continuous track).
   Untuk mempermudah robot melewati berbagai medan yang tidak menentu & lebih stabil dalam sistem navigasi.
d. Sensor  thermal (wireless).
  Dengan tujuan agar si operator bisa melihat suhu objek dan pergerakkan objek tersebut.      Sehingga dapat membedakan mana manusia yang masih hidup dan mana yang tidak (mayat).
e. Sensor gas.
     Untuk mendeteksi bahaya gas di daerah bencana.
f. Sensor jarak.
  Untuk keperluan navigasi dasar dari robot yang akan dikontrol. Jika terdapat halangan, direpresentasikan sebagai penghitungan jarak yang dekat dari sensor jarak, maka robot tidak akan terus bergerak dan menabrak halangan tersebut.
g. Sensor Accelerometer.
    Untuk mengetahui kemiringan robot.
h. Baling-baling
    Dengan tujuan agar robot tetap dapat melakukan pencarian saat terjadi banjir maupun pasca tsunami. Baling-baling ini mulanya tertanam di dalam badan robot, dan akan dapat muncul / berfungsi ketika sang operator menekan sebuah tombol control.


Design Step 1: Break the problem down into constituent bits     


Step 2: Brainstorm alternative concepts for each function and assemble the results in a classification scheme        




Step3: Combine the best subfunctions

Total Concept  I         = A1 + B1 + C2 + D1 + E2 + F3 + G3 -- Konsep Pilihan Kami
Total Concept  II        = A3 + B2 + C1 + D2 + E3 + F2 + G1 
Total Concept  III       = A2 + B3 + C3 + D3 + E1 + F1 + G2


NB : Penjelasan tentang alasan konsep yang dipilih ada diatas
Step4: Concept Sketch



2. Robot Penahan Sampah

Robot ini menahan sampah yang mulai mengalir dari sungai. Sampah ditahan agar saluran air tidak tersumbat dan pada akhirnya mengakibatkan bencana banjir. Kami ingin melakukan pencegahan banjir dengan dibuatnya konsep robot ini.
Jaring akan dipasang di setiap sungai, ketika jaring penuh terisi penuh oleh sampah, hal ini akan segera diketahui oleh sensor yang dipasang apda timbangan jaring ketika sensor mengirimkan sinyal ke kapasitor, maka kapasitor akan memberikan energi secukupnya kepada pompa hidrolik untuk menaikkan jaring ke permukaan lalu sampah akan dipindahkan ke truk sampah untuk dibuang. Energi yang tersimpan di kapasitor adalah energi yang diperoleh dari konversi energi arus sungai yang menggerakkan kincir air.

Design Step 1: Break the problem down into constituent bits     


Step 2: Brainstorm alternative concepts for each function and assemble the results in a classification scheme        


Step3: Combine the best subfunctions
Kombinasi yang kami pilih:

  • Movement : Untuk gerakan menutup penyaring sampah digunakan pompa hidrolik
  • Jaring-jaring : Dipilih Stainless Steel agar tidak mudah berkarat (tahan air, sesuai step 1)
  • Sumber tenaga: Tenaga air lebih efisien karena robot ini akan bekerja di sungai
  • Kontrol : Menggunakan sensor agar lebih mudah dioperasikan walaupun tanpa ada manusia yang mengawasi. Manusia tidak mungkin terus-menerus mengawasi sampah yang menumpuk

Step4: Concept Sketch



3. Robot Penghibur
Robotnya itu bakal digunakan untuk menghibur dan melayani masyarakat akibat bencana alam, terutama anak anak. Robotnya pun diusahakan didesain dengan program sesimpel mungkin supaya mudah digunakan.

Fitur Robot:

  • Menyanyi
  • Membawa konsumsi para korban
  • Menyapa korban
  • Game
  • Dongeng dengan suara

Design Step 1: Break the problem down into constituent bits     


Step 2: Brainstorm alternative concepts for each function and assemble the results in a classification scheme        


Step3: Combine the best subfunctions

Kombinasi yang kami pilih:

  • Movement : roda soalnya lebih fleksibel dan lebih gampang buat dimodifikasi
  • Material : Bahannya dari plastik supaya mudah dimodif juga dan yaa mudah didapatkan
  • Sumber tenaga: Tenaganya aki soalnya kalau baterai cepat habis, kalau listrik gamungkin di pengungsian banyak manfaatin listrik, jadi dipakai aki.
  • User interaction: Interaksinuya dengan manusia pakai tombol soalnya itu yang paling feasible dan lumayan gampang dipahami kalau bagi masyarakat umum
  • Bentuk Robot: Modelnya mirip kartun simpel gitu biar masyarakat khususnya anak anak tertarik buat menggunakan robotnyaa
Step4: Concept Sketch




Rabu, 05 Februari 2014

Tugas 1 PRD

Robot penyelesaian masalah bencana yang terjadi.

Ide yang ditawarkan adalah membuat satu set mobil multifungsi (momu). Momu berbentuk seperti bus besar yang bisa digunakan sebagai alat transportasi dan juga posko yang nyaman. Dalam momu ini tersedia "alat transportasi mini" yang bisa dimanfaatkan tim SAR untuk mencari orang-orang yang hilang. Dalam momu juga terdapat pemasak makanan otomatis dan robot-robot medik untuk merawat pasiennya.

Ini adalah sketsa dari mobil multifungsi.

Rabu, 11 Desember 2013

Quiz 2 PRD

1.  Rekayasa adalah rancangan dan analisis kreatif yang memanfaatkan energi, material, gerak dan informasi untuk melayani kebutuhan manusia dengan cara yang inovatif.
Desain adalah proses untuk membuat dan menciptakan objek kreatif yang baru untuk melayani kebutuhan manusia.
Persamaan : sama sama bertujuan untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk melayani kebutuhan manusia
Perbedaan : rekayasa lebih fokus kepada teknikal benda, seperti bagaimana benda itu dibuat, material yang digunakan, biaya, konsep sains yang digunakan, dan lain-lain. Desain lebih fokus kepada bentuk estetika dari benda tersebut.
2.    Peran terpenting rekayasa dan desain dalam masyarakat adalah memenuhi kebutuhan masyarakat untuk menyelesaikan persoalan dan/atau tantangan yang dihadapi saat ini dengan cara yang inovatif, serta menciptakan dan memanfaatkan peluang bagi kehidupan dan kesejahteraan umat manusia yang lebih baik di masa mendatang 
3.     Maksud dari insinyur adalah sebuah profesi dapat dilihat dari pengertian profesi. Profesi adalah janji untuk memenuhi kebutuhan kewajiban untuk melakukan suatu tugas khusus secara permanen, ditandai dengan adanya kode etik. Seorang insinyur pun juga dituntut untuk dapat memenuhi kewajiban dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cara yang inovatif meliputi sains, seni, teknologi, ekonomi, dan bisnis. Janji seorang insinyur pun juga ditunjukkan dengan adanya kode etik insinyur.
4.   Kode etik menjadi hal yang utama dalam profesi insinyur sebagai dasar atau acuan engineer untuk tidak memanfaatkan kemampuannya dalam melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Kode etik engineer pun bisa dijadikan pelindung untuk dapat menolak permintaan-permintaan yang meminta seorang engineer melakukan hal yang illegal.
5.      Langkah-langkah umum seorang insinyur dalam memecahkan masalah adalah sebagai berikut.
      a. Need  : mengetahui masalah yang akan dipecahkan
      b. Know : mengetahui sumber daya apa saja yang dipunyai untuk membantu insinyur memecahkan masalah
      c. How  : menemukan konsep dan metode yang tepat untuk memecahkan masalah tersebut
      d. Solve : menyelesaikan masalah dengan metode yang didapat menggunakan sumber daya yang dipunya
      e. Check : melakukan pengecekan untuk meminimalisir kesalahan dan menghindari hal yang tidak diinginkan sebelum di publikasikan ke masyarakat
6.    Pengetahuan mengenai energi memegang peran begitu penting dalam rekayasa karena seorang rekayasawan tidak akan bisa merancang dan menciptakan solusi permasalahan manusia tanpa pengetahuan energi. Pengetahuan tentang energi menjadi salah satu landasan seorang engineer untuk menciptakan solusi yang tepat dan inovatif.
7.   Maksud gambar dalam kaitannya dengan konsep rekayasa dan desain adalah seorang engineer melakukan tugasnya untuk dapat melakukan rekayasa dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan hasilnya dapat menyelesaikan atau mengurangi permasalahan yang terjadi. Dalam proses menciptakan solusi permasalahan masyarakat, seorang engineer akan menemukan berbagai kendala yang ditandai dengan adanya tanjakan pada rute perjalanannya. Selain itu, seorang engineer juga harus mempunyai berbagai aspek ilmu, seperti mesin, seni, dan rasa untuk ingin melayani masyarakat.
8.     Alat untuk menimbang berat bumi.
     Membuat alat yang didesain mirip satelit dan diisi dengan program yang dapat mengukur berat bumi. Konsep sains yang dipakai adalah hukum gravitasi, yaitu : F = G x M x m / r^2, dengan G adalah konstanta gravitasi (6,67 x 10^-11 m^3/kg.s^2), M adalah massa bumi, m adalah massa benda, r adalah jarak benda dan bumi, F adalah massa benda dikali gravitasi. Oleh karena itu M = g x r^2 / G. Satelit pun dirancang dengan adanya sinyal gelombang yang dapat mendeteksi jarak benda dan bumi.
      Bentuk alat : sama seperti satelit pada umumnya.
      

Quiz 1 PRD

Soal Quiz PRD I


Jawaban:

1. Soal 1

2. Soal 2

3. Soal 3

Rabu, 20 November 2013

Tugas Keenam PRD : Spesifikasi Komputer

- Memilih Perangkat Komputer dengan Budget di Bawah 7 Juta Rupiah -

Spesifikasi Komputer dan Harga :
1. Prosesor : Intel Core i5 2500 3.3 Ghz Cache 6 MB Socket LGA 1155
    [Harga Rp 1,860,000]

2. Motherboard Gigabyte GA-Z68XP-UD4 (LGA1155, Z68, DDR3, USB 3, SATA 3)
    [Harga Rp 1,914, 000]

3. Memory Corsair DDR3 Value 4GB PC10600–CMV4GX3M2A1333 C9 (2X2GB)
    [Harga Rp 247,000]

4. Harddisk HDD WDC 750GB SATA3 64MB – Green Power – WD7500AADX
    [Harga Rp 811,000]

5. Power Suplay Aerocool E80-600W
    [Harga Rp 532,000]

6. Cassing Cooler Master ELITE 372 Non Side Window
    [Harga Rp 357,000]

7. Monitor SAMSUNG 16″ S16A100N LCD WIDE SCREEN
    [Harga Rp 750,000]

8. DVD-Room Asus External Slim DVD RW – SDRW 08D2S-U
    [Harga Rp 390,000]

9. Mouse Logitech New Optical Mouse Combo PS2 & USB
    [Harga Rp 64,000]

10. Keyboard Logitech Classic keyboard K120 Black USB
    [Harga Rp 81,000]

TOTAL : Rp 6,925,000

Tugas Kelima PRD : Rahasia Sukses Jepang

Anggota Kelompok:
1. 16513038 Randi Chilyon Alfianto
2. 16513134 Lenny Putri Yulianti
3. 16513188 Alyssa Diva Mustika
4. 16513218 Taufiq Abdullah Salim
5. 16513254 Riyani Prima Dewi

Dibanding negara maju lainnya, masyarakat Jepang memang paling unggul dalam mengelola sampah, khususnya sampah rumah tangga.
  
Bagi orang asing yang pertama kali tinggal di Jepang, penanganan sampah di sini memang terkesan “lebay”. Bukan hanya kita tidak boleh membuang sampah sembarangan, tapi kita juga harus memisah-misahkan berbagai jenis sampah sebelum dibuang.

Setidaknya terdapat tiga rahasia sukses Jepang dalam penanganan sampah rumah tangga. Pertama, tingginya prioritas masyarakat pada program daur ulang. Hampir semua orang Jepang paham mengenai pentingnya pengelolaan sampah daur ulang.

Untuk membangun kesadaran itu, kelompok masyarakat seperti “chonaikai” melakukan aksi-aksi kampanye kepedulian lingkungan di berbagai lapisan masyarakat. Beberapa sukarelawan ada yang secara aktif turun ke perumahan untuk memonitor pembuangan sampah, dan berdialog dengan warga tentang cara penanganan sampah.

Kedua, munculnya  tekanan sosial dari masyarakat Jepang apabila kita tidak membuang sampah pada tempat dan jenisnya. Rasa malu menjadi kunci efektivitas penanganan sampah di Jepang.

Ketiga, program edukasi yang masif dan agresif dilakukan sejak dini. Anak-anak di Jepang, sejak kelas 3 SD sudah dilatih cara membuang sampah sesuai dengan jenisnya. Hal tersebut membangun kultur buang sampah yang mampu tertanam di alam bawah sadar. Membuang sampah sesuai jenis sudah menjadi “habit”.

Awalnya dulu, resistensi sempat muncul dari beberapa kalangan mengenai perubahan cara membuang sampah ini. Banyak warga, khususnya orang-orang tua, yang memprotes cara baru penanganan sampah, karena dianggap merepotkan. Namun dengan penjelasan dan informasi yang terus menerus mengenai manfaat dari pembuangan sampah, resistensi itu berkurang dengan sendirinya.


Selasa, 15 Oktober 2013

Tugas Keempat PRD : Laporan Penelitian Sampah

Anggota kelompok:
1. 16513038, Randi Chilyon Alfianto
2. 16513134, Lenny Putri Yulianti
3. 16513188, Alyssa Diva Mustika
4. 16513218, Taufiq Abdullah Salim
5. 16513254, Riyani Prima Dewi

SOLUSI ALTERNATIF PERMASALAHAN SAMPAH DI PASAR SIMPANG DAGO

          I.PENDAHULUAN
      A.    Latar Belakang Masalah
Istilah sampah pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita. Jika mendengar istilah sampah, pasti yang terlintas dalam benak kita adalah setumpuk limbah yang menimbulkan aroma busuk yang sangat menyengat. Sampah diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses yang cenderung merusak lingkungan di sekitarnya (dikutip daripermasalahansampah.blogspot.com/?m=1).
Unsur-unsur yang mempengaruhi bertambahnya jumlah sampah adalah aktivitas manusia, jumlah/kepadatan penduduk, dan sistem pengelolaan sampah. Pertama, sampah disebabkan oleh aktivitas manusia. Jumlah atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang atau material yang kita gunakan sehari-hari. Selain itu, jenis sampah (organik atau anorganik) juga mempengaruhi pengelolaan sampah. Kedua, jumlah/kepadatan penduduk. Laju pertumbuhan penduduk yang semakin pesat di kota-kota besar, khususnya Bandung juga menyebabkan peningkatan dari jumlah sampah. Ketiga, sistem pengelolaan sampah. Sistem pengelolaan sampah, khususnya di kota Bandung juga perlu mendapat perhatian khusus. Timbunan sampah yang semakin luas, terbatasnya lahan yang akan difungsikan sebagai tempat pengolahan sampah menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Problematika seperti ini timbul karena tidak seimbangnya produksi sampah dengan pengolahannya dan semakin menurunnya daya dukung alam sebagai tempat pembuangan sampah.
Dari unsur-unsur yang telah disebutkan, kami memutuskan untuk melakukan penelitian pengelolaan sampah di Pasar Simpang Dago, Bandung. Kondisi yang terlihat di sekitaran Pasar Simpang Dago adalah aroma tidak sedap yang ditimbulkan dari sampah, tempat yang sesak, dan kotornya Pasar Simpang Dago. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menganalisis penyebab permasalahan sampah di Pasar Simpang Dago dan mencarikan solusi alternatifnya dalam penelitian yang berjudul ‘Solusi Alternatif Permasalahan Sampah di Pasar Simpang Dago’.
      B.     Rumusan Masalah
              1.      Apa penyebab masalah sampah terjadi di Pasar Simpang Dago?
              2.      Apa saja dampak yang ditimbulkan sampah bagi masyarakat di sekitar Pasar Simpang Dago?
              3.      Bagaimana peran serta masyarakat sekitar Pasar Simpang Dago dalam mengelola sampah?
              4.      Apa solusi yang tepat dan inovatif dari permasalahan sampah di Pasar Simpang Dago?
      C.     Tujuan
              1.      Mengetahui penyebab masalah sampah terjadi di Pasar Simpang Dago.
              2.      Mengetahui dampak yang ditimbulkan sampah bagi masyarakat di sekitar Pasar Simpang Dago.
              3.      Mengetahui peran serta masyarakat sekitar Pasar Simpang Dago dalam mengelola sampah.
              4.      Mendapatkan solusi yang tepat dan inovatif dari permasalahan sampah di Pasar Simpang Dago.

         II. PENGUMPULAN DATA
      A.    Metode Pengumpulan Data
 Metode pengumpulan data yang akan kami lakukan adalah dengan metode kualitatif, yaitu:
              1.      Observasi
                     Observasi dilakukan dengan mengunjungi tempat yang diidentifikasi memiliki pengelolaan sampah yang kurang baik. Tempat yang kami pilih adalah di Pasar Simpang Dago, Bandung. Kami memotret bukti-bukti real dari pengelolaan sampah yang kurang baik tersebut dengan menggunakan handphone.
               2.      Wawancara
                 Wawancara dilakukan di Pasar Simpang Dago. Kami mewawancarai dua orang, yaitu tukang reparasi arloji dan tukang parkir. Alat yang digunakan adalah handphone untuk merekam hasil wawancara.
Berikut adalah dokumentasi dari wawancara.




Narasumber pertama adalah tukang reparasi arloji, yaitu Bapak Robi. Berikut adalah                                     dokumentasi dengan Bapak Robi.



Narasumber kedua adalah tukang parkir, yaitu Bapak Gugun. Berikut adalah dokumentasi dengan Bapak Gugun.

     B.    Kriteria untuk Perancangan
Perancangan jadwal untuk penelitian:
           a.       Berkumpul di Amphiteater pukul 07.00 WIB.
           b.      Menyelesaikan bab Pendahuluan pukul 07.30-08.30 WIB.
          c.    Mengunjungi tempat observasi di Pasar Simpang Dago dan mengumpulkan data pukul 10.30-11.30 WIB.
           d.    Menyelesaikan bab Pengumpulan Data, Analisa, dan Kesimpulan pukul 11.30-14.00   WIB.
     C.     Kendala
      Kendala yang kami dapatkan selama melakukan penelitian adalah penyesuaian jadwal yang terbatas, menemukan orang yang bersedia diwawancarai, dan  pemilihan tempat observasi strategis yang memiliki masalah pengolahan sampah.

         III.              ANALISA 
     A.    Metode untuk Mencapai Tujuan 
Metode yang akan kami lakukan dalam mencapat tujuan adalah sebagai berikut.
       1.      Pengumpulan data
                Pengumpulan data ini dilakukan untuk mengetahui penyebab masalah sampah terjadi di Pasar Simpang Dago, dampak yang ditimbulkan, dan peran masyarakat dalam pengelolaan sampah.
-              Analisis terhadap lokasi di Pasar Simpang Dago
Dari pengamatan yang dilakukan di Pasar Simpang Dago terlihat bahwa terdapat banyak sekali sampah di depan area pasar. Karena sampah-sampah ini Pasar Simpang Dago terlihat kotor dan tidak sehat. Karena banyaknya sampah yang menumpuk dimana-mana juga menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga orang-orang yang lewat pun akan merasa kurang nyaman. Namun, meskipun sampah-sampah yang menumpuk dan bau tidak sedap ini warga masih tetap banyak yang mengunjungi Pasar Simpang Dago untuk membeli makanan dan kebutuhan hidup lainnya. Kemungkinan hal ini terjadi karena mereka sebagian besar sudah terbiasa dengan kotornya dan baunya tempat ini sehingga terlihat sudah tidak terlalu terganggu.
-               Analisis narasumber 1, yaitu Bapak Robi, tukang reparasi arloji.
Bapak Robi telah bekerja sebagai tukang reparasi arloji di Pasar Simpang Dago sejak tahun 2000. Menurut keterangan Bapak Robi, masalah sampah sudah lama terjadi, bahkan sebelum bapak Robi bekerja di Pasar Simpang Dago. Penyebab dari masalah sampah adalah karena seluruh masyarakat di Simpang Dago membuang sampah di Pasar Simpang Dago dan tempat pembuangan sampah yang masih sedikit. Dampak yang dirasakan oleh para penjual dan masyarakat di sekitaran Pasar Simpang Dago adalah kotornya pasar dan jalanan yang macet karena timbunan sampah terkadang diletakkan di tengah jalan. Masyarakat di Dago belum memiliki solusi untuk permasalahan sampah. Pada tahun 2009, para pengelola sampah pernah berinisiatif membuang sampah dengan menggunakan mobil keliling. Akan tetapi, lama kelamaan sampah jadi ditumpuk di tengah jalan. Hal ini menjadi keresahan bagi para penjual di Pasar Simpang Dago. Harapan dari Bapak Robi adalah agar sampah ditimbun atau dikumpulkan di tempat khusus, bukan di depan pasar, agar tidak menggangu jalan dan tidak menyebabkan macet.
-               Analisis narasumber 2, yaitu Bapak Gugun, tukang parkir.
Bapak Gugun telah bekerja sebagai tukang parkir di Pasar Simpang Dago sejak tahun 2000. Menurut keterangan Bapak Gugun, masalah sampah terjadi jika ada masalah dengan para petugas yang mengambil sampah, contoh ketika terjadi longsor di sekitaran Dago. Pada saat longsor, tidak ada petugas sampah yang mengambil sampah sehingga menimbulkan bau dan kemacetan. Dampak yang ditimbulkan dari penumpukan sampah di Pasar Simpang Dago adalah terlihat kotor dan bau. Peran masyarakat yang sudah dilakukan adalah dengan adanya petugas sampah yang membuang sampah dengan mobil atau gerobak. Cara kerja dari petugas sampah adalah peletakan sampah di Pasar Simpang Dago pada pagi, siang, dan malam hari. Selanjutnya, akan diangkut sekali pada malam hari. Harapan dari Bapak Gugun adalah peningkatan kualitas kerja dari petugas sampah agar lebih tepat waktu dan adanya penambahan armada petugas sampah.
       2.      Melakukan diskusi bersama.
Diskusi dilakukan di CC Barat Institut Teknologi Bandung. Hal-hal yang didiskusikan adalah mengenai solusi-solusi alternatif yang dapat diterapkan untuk mengurangi pengelolaan sampah di Pasar Simpang Dago, Bandung.
    B.     Cara Menghasilkan Solusi Alternatif
Solusi yang didapatkan melalui diskusi bersama adalah sebagai berikut.
       1.      Untuk jangka panjang, bisa dikembangkan robot pengelolaan sampah. Prinsip kerja dari robotnya adalah mendeteksi adanya sampah dengan alat sensorik yang ditanamkan dalam robot, selanjutnya sampah akan diambil dengan cara seperti penyedotan debu atau penggunaan tangan dari robot itu sendiri.
      2.   Pemerintah dapat melakukan suatu usaha untuk mengajak para warga yang tinggal di sekitar Pasar Simpang Dago untuk bersama-sama membersihkan daerah sana. Karena itu, perlu adanya koordinasi antara warga, petugas kebersihan, dan pemerintah sehingga kegiatan kerja bakti tersebut dapat terwujud dan berjalan dengan lancar. Setelah dilakukan kerja bakti, untuk membersihkan daerah tersebut, kita dapat mencari tempat alternatif baru sebagai tempat pembuangan sampah baru yang tidak menganggu warga dan para pengguna jalan. Tempat alternatif yang disarankan adalah tempat yang luas, jauh dari pemukiman, dan sekaligus menjadi tempat yang strategis untuk daur ulang sampah.
       3.  Pendirian organisasi atau wadah untuk pengelolaan sampah. Anggotanya terdiri dari orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap sampah dan memiliki kreativitas untuk mendaur ulang sampah. Organisasi atau wadah tersebut dapat berkoordinasi dengan para petugas sampah sehingga sampah-sampah yang ada di Pasar Simpang Dago tidak terbuang dengan percuma dan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.
      4.  Membuat mobil pengolah sampah. Prinsip kerjanya adalah awalnya sampah dipilah menjadi beberapa bagian, seperti sampah organik, kertas, plastik, dan besi. Selanjutnya, disiapkan empat mobil pengolah sampah-sampah tersebut. Tiap mobil akan mengolah sampah-sampahnya menjadi produk baru, misalnya mobil pengolah organik menciptakan pupuk, mobil pengolah kertas akan menghasilkan kertas baru melalui proses peleburan, mobil pengolah plastik dan besi akan menghasilkan lelehannya untuk diproduksi kembali di pabrik dan digunakan kembali. Selain mengurangi tumpukan sampah di Pasar Simpang Dago, pengolahan mobil sampah ini juga lebih efisien karena tidak memerlukan tempat yang luas.

         IV.              KESIMPULAN
 1. Penyebab masalah sampah yang terjadi di Pasar Simpang Dago adalah karena kurangnya     tempat pembuangan sampah, kurangnya armada petugas kebersihan, dan belum adanya tempat khusus sebagai tempat pengumpulan sampah.
 2. Dampak yang akan ditimbulkan sampah bagi masyarakat di sekitar Pasar Simpang Dago adalah aroma tidak sedap yang disebabkan oleh sampah dan kemacetan jalan di depan Pasar Simpang Dago yang disebabkan oleh tumpukan sampah yang terkadang ditumpuk sampai ke tengah jalan.
 3. Peran serta masyarakat sekitar Pasar Simpang Dago dalam mengelola sampah terlihat dari adanya petugas kebersihan yang beroperasi menggunakan mobil atau gerobak pengangkut sampah.
 4. Solusi yang tepat dan inovatif dari permasalahan sampah di Pasar Simpang Dago adalah mengembangkan mobil pengolah sampah. Selain mengurangi timbunan sampah, solusi ini juga bisa sekaligus mendaur ulang sampah tanpa harus mencari tempat yang luas. Namun, alangkah baiknya agar penumpukan sampahnya tidak diletakkan di daerah pemukiman atau pasar agar tidak menganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat sekitar.

link:

lilink